Tak Hanya dalam Agama, Nabi Muhammad SAW. Juga Pandai dalam Berwirausaha

Tak Hanya dalam Agama, Nabi Muhammad SAW. Juga Pandai dalam Berwirausaha

 

Tak Hanya dalam Agama, Nabi Muhammad SAW. Juga Pandai dalam Berwirausaha


Umat islam mana yang tidak kenal dengan Nabi Muhammad? Tentu saja semua orang mengenal belau, suritauladan yang wajib kita ikuti. Nabi Muhammad adalah seorang pemimpin agama, sosial, politik dan pendiri dari agama Islam. Menurut keyakinan umat Islam, dia adalah nabi yang diberikan wahyu ilahi untuk memberitakan dan meneguhkan prinsip monoteistis dalam ajaran Adam, Ibrahim, Musa, Isa, dan Nabi lainnya.

Kesuksesan Nabi Muhammad SAW banyak diperdebatkan oleh para sejarawan, baik sejarawan Islam maupun Barat. Salah satu aspek keberhasilan Nabi Muhammad SAW adalah kiprahnya sebagai pebisnis (wirausahawan).

Selain menyebarkan ajaran Islam, Nabi Muhammad SAW juga dikenal sebagai pebisnis yang jujur dan amanah. Bahkan Nabi Muhammad SAW mencapai puncak kesuksesannya pada usia 25 tahun.

Reputasi Nabi Muhammad di dunia bisnis dilaporkan antara lain oleh muhaddits Abdul Razzaq. Setelah dewasa, ia memilih menjadi pengusaha/wirausaha. Ketika dia tidak punya modal, dia menjadi pengelola bisnis untuk investor (shahibul maal) dengan sistem bagi hasil. Seorang investor besar Makkah, Khadijah, menunjuknya sebagai pengelola pusat perdagangan Habshah di di Yaman.

Kehebatannya sebagai pengusaha telah membawa dia dan investornya untung besar. Dia juga memimpin empat ekspedisi komersial untuk Khadijah ke Suriah, Jorash dan Bahrain di Jazirah Arab timur.

Dalam literatur sejarah disebutkan bahwa di masa mudanya, Nabi SAW sering digambarkan sebagai Al-Amin atau Ash-Shiddiq bahkan mengikuti pamannya berdagang ke Syria saat berusia 12 tahun.

Selama lebih dari dua puluh tahun, Nabi Muhammad telah aktif di bidang bisnis (perdagangan), berkat itu ia dikenal di Yaman, Suriah, Basra, Irak, Yordania, dan di kota-kota komersial di pulau Jazirah Arab. 

Sebelum menjadi mudharib (pengelola dana) aset Khadijah, ia sering melakukan perjalanan bisnis, seperti ke kota Busrah di Suriah dan Yaman. Dalam  Sirah Halabiyah, disebutkan ia sempat melakukan empat kali perjalanan bisnis ke Khadijah, dua ke Ethiopia dan dua lagi ke Jorasy, serta ke Yaman bersama Maisarah.

Dia juga melakukan beberapa kunjungan ke Bahrain dan Abyssinia. Pelayaran dagang ke Syiria adalah yang kelima atas nama Khadijah, di samping perjalanannya sendiri – yang keenam – termasuk perjalanan dengan pamannya ketika Nabi berusia 12 tahun.

Di usia akhir tiga puluhan, dia sangat terlibat dalam perdagangan seperti kebanyakan pedagang lainnya. Tiga dari perjalanan bisnis Nabi setelah menikah tercatat dalam sejarah:

Yang pertama adalah perjalanan dagang ke Yaman, yang kedua ke Najd dan yang ketiga ke Najran. Diriwayatkan juga bahwa selain perjalanan ini, Nabi terlibat dalam urusan perdagangan besar selama musim haji, dalam festival komersial Ukaz dan Dzul Majaz.

Sedangkan pada musim-musim lainnya, Nabi sibuk berdagang di pasar-pasar Makkah. Dalam menjalankan usahanya, Nabi Muhammad jelas menerapkan prinsip-prinsip manajemen yang akurat dan handal sehingga usahanya selalu menguntungkan dan tidak pernah merugi.

Rahasia Sukses Bisnis Nabi Muhammad SAW

  1. Jujur, cara kunci berdagang sukses seperti Nabi Muhammad SAW
  2. Tak hanya jago mimpi, tapi harus jago mewujudkan mimpi itu
  3. Pintar mempromosikan diri 
  4. Rasulullah memiliki rencana dan tujuan yang jelas
  5. Menggaji karyawan sebelum keringatnya mengering
  6. Menerapkan Rumus, “Bekerja dengan Cerdas” 
  7. Mengutamakan sinergi
  8. Pandai bersyukur dan mengucapkan terima kasih
  9. Berbisnis dengan cinta
  10. Menjual produk berkualitas baik
  11. Cara Berdagang Rasulullah Amanah dan Fatonah
  12. Tabligh, Tidak Menyembunyikan Fakta Barang Dagangan